简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat red terror

"red terror" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Red Terror in Soviet Russia was the campaign of mass arrests and executions conducted by the Bolshevik government.
    Teror Merah merupakan operasi penangkapan dan eksekusi secara massal yang dilakukan oleh pemerintah Bolshevik.
  • The White Army fought the Red Army for power, which engaged in its own Red Terror.
    Tentara Putih mendapatkan dukungan dari Tiga Entente dan melawan Tentara Merah demi kekuasaan, yang melancarkan Teror Merah-nya sendiri.
  • The Red Terror was officially announced on September 2, 1918 by Yakov Sverdlov and ended in about October 1918.
    Operasi ini secara resmi diumumkan pada tanggal 2 September 1918 oleh Yakov Sverdlov dan diakhiri pada bulan Oktober 1918.
  • In September 1918, Sovnarkom passed a decree that inaugurated the Red Terror, a system of repression orchestrated by the Cheka.
    Pada September 1918, Sovnarkom mengeluarkan sebuah dekret yang memulai Teror Merah, yaitu istilah yang mengacu kepada penindasan yang dilakukan oleh Cheka.
  • The Red Terror was a period of political repression and mass killings carried out by Bolsheviks after the beginning of the Russian Civil War in 1918.
    Teror Merah adalah sebuah kampanye pembunuhan massal, penyiksaan, dan opresi sistematis yang dilakukan oleh Bolshevik setelah permulaan Perang Saudara Rusia pada 1918.
  • Anti-Bolshevik armies carried out the White Terror, a campaign of violence against perceived Bolshevik supporters which was typically more spontaneous than the state-sanctioned Red Terror.
    Tentara anti-Bolshevik sendiri melancarkan Teror Putih, yaitu kampanye kekerasan terhadap para pendukung Bolshevik, dan tindakan ini umumnya jauh lebih spontan daripada Teror Merah yang didukung oleh negara.
  • In the meantime both the Bolsheviks and White movement carried out campaigns of deportations and executions against each other, known respectively as the Red Terror and White Terror.
    Di waktu yang sama, kedua kelompok Bolshevik dan Putih menyerukan kampanye deportasi dan eksekusi satu sama lain, terkenal dengan sebutan Teror Merah dan Teror Putih.
  • It is set in Russia during the Red Terror in 1920 and in 1907, and is loosely based on the story Sunstroke and the book Cursed Days by Nobel Prize-winning Russian writer Ivan Bunin.
    Film tersebut berlatar belakang Rusia pada masa Teror Merah pada 1920 dan pada 1907, dan berdasarkan pada cerita Sunstroke dan buku Cursed Days oleh penulis Rusia pemenang Penghargaan Nobel Ivan Bunin.
  • Executions without trials and other forms of "popular justice" were harshly criticised immediately after the war, with circles close to Pétainists advancing the figures of 100,000, and denouncing the "Red Terror", "anarchy", or "blind vengeance".
    Eksekusi tanpa pengadilan dan bentuk-bentuk lain dari "keadilan rakyat" dikritik dengan keras segera setelah perang, dengan lingkaran dekat dengan Pétainis meningkatkan angka 100,000, dan mencela "Teror Merah", "anarki", atau "pembalasan buta".
  • He strongly supported Lenin's formation of the Cheka security service and the subsequent Red Terror that it initiated; noting that state violence had proved an effective tool for capitalist powers, he believed that it would prove the same for the Soviet government.
    Ia sangat mendukung keputusan Lenin untuk membentuk badan keamanan Cheka dan juga Teror Merah yang dipicu oleh badan tersebut; sebagai catatan, ia merasa bahwa penggunaan kekerasan oleh negara merupakan alat yang mujarab bagi kekuatan kapitalis, sehingga menurutnya hal yang sama juga dapat dilakukan oleh pemerintahan Soviet.